Penyakit dan Kelainan Yang Terdapat Pada Plasenta dan Tali Pusat


Plasenta normal bentuknya bulat atau bundar dengan berat kurang lebih 500 gram dan rata-rata diameternya 15-20 cm dengan tebal sekitar 2,5 cm

 

Pertama : kelainan bentuk dan berat plasenta

 

Jika ditemukan ada plasenta yang beratnya berlebih, biasanya dijumpai pada ibu dengan diabetes mellitus atau ibu yang menderita sifilis

 

Jika lebih kecil, atau hampir 1/9 berat badan bayi, biasanya dijumpai pada ibu dengan penyakit jantung atau ginjal

 

Untuk kelainan bentuk dibedakan menjadi ;

 

1.          Dengan beberapa lobus, dapat terjadi pada plasenta dupleks dan plasenta tripartite

2.          Plasenta fenestrata, yang memiliki lubang atau jendela

3.          Horse shoe plasenta, berbentuk seperti ladam kuda

4.          Plasenta membranasea, dengan bentuk tipis sekali dan lebar

5.          Plasenta anularis, plasenta berbentuk cincin

6.          Plasenta suksenturiata, jika pada plasenta utama terdapat plasenta yang lebih kecil lagi disamping atau dipisahkan oleh selaput ketuban

7.          Plasenta spuria, jika ada 2 plasenta yang tidak dihubungkan oleh pembuluh darah

8.          Plasenta sirkumvalat, yang memiliki cincin putih pada pinggir plasenta, akibat desidua yang masuk diantara selaput ketuban

 

Kedua : penyakit pada plasenta

 

1.          Infark Plasenta, sebuah plasenta yang memiliki jaringan putih keras berukuran kecil hingga beberapa cm pada permukaan maternal dan fetal

2.          Kalsifikasi plasenta, terjadi bila plasenta terlalu tua, maka terdapat penimbunan kalsium pada lapisan desidua basalis, terutama di tempat sekitar tertanamnya villi dan tempat yang telah terjedi degenerasi fibrin

3.          Tumor plasenta, dibagi kembali menjadi kista plasenta, fibromata, miksifibromata, hemangioma dan korioangioma

4.          Plasentitis atau korioamnionitis, yaitu infeksi pada plasenta, korion, dan amnion yang disebabkan oleh pemeriksaan dalam yang dilakukan berulang-ulang

5.          Insufisiensi plasenta, adalah ketidaksanggupan plasenta dalam mencukupi kebutuhan oksigenasi, zat-zat makanan, ekskresi, dan hormone bagi janin

 

Ketiga : Kelainan Pada Tali Pusat

 

Kelainan insersi tali pusat

Normalnya insersi (penanaman) tali pusat berada di bagian tengah plasenta

Plasenta bailedore : insersi tali pusat di tepi plasenta

Insersi velamentosa : insersi tali pusat berada pada lapisan selaput ketuban

 

Kelainan panjang tali pusat

Panjang tali pusat rata-rata adalah 55 cm, jika terlalu pendek bias menyebabkan solusio plasenta, sedangkan jika terlalu panjang dapat menyebabkan lilitan tali pusat hingga menyebabkan kematian pada janin.

 

 

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s