KANKER OVARIUM


ovarium

Gambaran Gejala Klinik

1. Tanpa gejala : silent (tersembunyi) dan insidius (tidak jelas/mampu)

2. Gangguan gastrointestinal yaitu mual muntah, diare, discomfort (perut terasa penuh, penuh dengan gas/bleating sensation)

3. Manifestasi gangguan hormonal

a. Hiperestrogen (granulosa sel tumor) yaitu pubertas prekok, hiperplasi grandulare-adenokarsinoma endometrium dan perdarahan irreguler (perdarahaan pasca menopause)

b. Hormon androgen (arenoblastoma) yaitu virilisasi penderita hirsutisme, perubahan suara, klitoris hipertropi. 1) Paratiroid substan hormon yaitu : hiperkalsemia darah, osteoporosis. 2) Manifestasi gangguan sirkulasi yaitu : edema tungkai bawah dan tromboplebitis, metastase peritoneum asites (Manuaba, 2001).

Deteksi Dini
Keterlambatan mendiagnosa kanker ovarium sering terjadi karena letak ovarium betada didalam rongga panggul sehingga tidak terlihat dari luar. Biasanya kanker ovarium ini dideteksi lewat pemeriksaan dalam. Bila kistanya sudah membesar maka akan teraba ada benjolan. Jika dokter menemukan kista, maka selanjutnya akan dilakukan Ultrasonographi (USG) untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kanker atau tidak.
Kemudian dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil jaringan (biopsi) untuk memastikan kista tersebut jika atau ganas. Ini bisa dilakukan dengan laparoskopi, melalui lubang kecil diperut. Pemeriksaan lainnya dengan CT-Scan dan tumor marker (pertama tumor) dengan pemeriksaan darah.

ovary3

Pencegahan 
Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :
1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
3. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
4. Pemerinsaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan tersebut di atas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai risiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :
1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon
5. Wanita tidak menikah

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, I Gede. 2002. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obsetetri Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC.

Prawirohardjo, D. 1999. Ilmu Kandungan I. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Ramli, M. 2002. Deteksi Dini Kanker. Jakarta : FKUI.

Rustam M, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid II. Jakarta : EGC.

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

One Response to KANKER OVARIUM

  1. prima says:

    Salam semua, dengan PRIMASERIES, kanker ovari boleh disembuhkan. Lawati: http://www.primaseries.my dan nikmati peluang kedua penghidupan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s