Helping Men Enjoy the Birth Experience


Nearly 70 years ago, Grantly Dick-Read wrote in Childbirth without Fear that laboring women often experience a cycle of: Fear > Tension > Pain. This is a cycle with which many of us are familiar, and we’ve developed a myriad of ways to break the cycle since Dick-Read first published his seminal work in 1942. However, less attention has been focused on the emotional roller-coaster fathers experience throughout pregnancy and birth, and it’s this area that I’d like to explore in greater depth.

Although a man cannot feel the same pain as a laboring woman, I believe that many men experience a similar cycle of emotions in the birthing space to that which Dick-Read described, with a slightly different end product, namely: Fear > Tension > Panic. A man who is not confident in his partner’s birthing abilities, who is poorly informed, and/or who is poorly supported, becomes increasingly tense; and if this tension is not eased, then he spirals into an irreversible state of panic. This panic manifests differently in different men: some men become paralyzed by their fear (the familiar specter of the terrified dad sitting stock-still at the foot of the bed), while others spring into hyperactivity, bringing endless cups of water or becoming obsessively concerned with the temperature of the birth pool.

The root of this panic is fear, and it’s a fear which often begins to grow long before the first contraction is felt. As such, we need to think about ways that we can address and minimize this fear in the days and months preceding birth. …

How can we, as birth workers, stop the vicious Fear > Tension > Panic cycle? While we may never be able to eliminate fathers’ concerns completely, I believe that a change in the way we structure and implement antenatal preparation can help men to feel calmer and more confident about birth. It is important for men to have at least a basic understanding of female anatomy and the stages of labor, but even more importantly, antenatal workshops must:

  • Confront the origins of men’s fears about childbirth. For example, each man might be asked to share the story of his own birth with the group, such as it was told to him, or to share a friend’s or colleague’s birth story that affected him in a particular way. This exercise could serve as a useful starting point from which to examine our preconceived notions about birth and could lead to a frank analysis of which notions are based on fact and which are fiction.
  • Teach practical coping techniques. In the class I attended, many men were desperate to find out how they could lessen their partner’s pain during childbirth. In addition to teaching simple massage and relaxation techniques, a birth educator might do well to emphasize practical ways in which a man can create and “hold” a safe, private birth space for his partner. Many of the men I’ve worked with have been delighted to embrace this role as guardian of the birth space and have been keen to find out how an atmosphere of peaceful privacy can actually ease their partner’s perception of pain.

Encourage open dialogue between parents. Ask women to be open about the role they expect their partner to play, but also encourage men to be honest about their capabilities. Although men have been welcomed back into the birth space in the last few decades, the expectations placed on them have grown almost unrealistically onerous: fathers often feel pressure to be an all-knowing birth partner, medical liaison, masseur, lover, protector and friend, while simultaneously being expected to “relax and enjoy” the birth experience. Antenatal preparation must incorporate an honest dialogue between parents, where expectations are expressed, but where limits are also respected. Crucially, we must also help parents to feel safe in acknowledging that, for men who cannot overcome negative emotions around birth, opting out of the birth space and paving the way for another supporter (such as a doula or friend) may actually be the most helpful thing they can do.

— Leah Hazard
Excerpted from “Beyond Fear, Tension and Panic: Helping Men Enjoy the Birth Experience,” Midwifery Today, Issue 95
View table of contents / Order the back issue

Author Leah Hazard is the author of The Father’s Home Birth Handbook. For more information, visit www.homebirthbook.com.

Intinya : Ikuti beberapa tips berikut. Mudah2an ada manfaat.

Tidak dipungkiri,Persalinan merupakan tugas berat yang harus dilakukan oleh seorang ibu hamil. Diperlukan segenap tenaga dan pikiran untuk melaksanakannya. Rasa sakit, rasa lelah, tegang, dan hal lainnya membayangi proses persalinan yang dihadapi. Banyak ibu hamil merasakan bahwa persalinan merupakan proses yang cukup menakutkan untuk dilalui, namun ada juga ibu hamil yang mengatakan bahwa proses melahirkan adalah merupakan kodrat wanita yang mudah untuk dilalui.

Mudah atau sulitnya suatu proses persalinan tergantung oleh banyak faktor, salah satunya adalah ibu hamil cukup pengetahuan untuk menghadapi persalinan, kesehatan yang cukup baik, dan dukungan yang cukup dari berbagai pihak, serta adanya perasaan nyaman saat melahirkan. Dalam artikel ini kami mencoba memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada saat akan menjalani proses persalinan.

Hal ini juga dialami oleh sebagian suami yang pada saat persalinan istri tercinta mendampingi perjuangan bertaruh nyawa bagi istri dan calon anaknya.

Mengatur Posisi

Carilah posisi yang paling nyaman sesuai dengan waktunya dan perhatikan perbedaan tentang cara ibu hamil mengatasi nyeri persalinan. Pada tahap awal, ketika kontraksi relatif masih ringan usahakan untuk berjalan, duduk, bergoyang atau berendam. Dengan meningkatnya kontraksi, duduk, bergoyang (di kursi goyang) atau berbaring kerap kali merupakan hal paling nyaman. Rasa nyeri yang paling berat adalah pada punggung (sakit punggung), dan ini sering bisa diredakan dengan duduk tegak, dengan lengan memeluk pendamping, atau dengan mengambil posisi merangkak. Posisi perlu dirubah-rubah selama proses persalinan, hal ini baik untuk memperbaiki peredaran darah dan membantu pencegahan kelelahan otot.

Yang dilakukan suami : Posisi suami dalam hal ini membantu menyangga punggung istri  dengan tangan suami mengangkat dan menahan posisi paha ibu terbuka lebar(lithotomy).

Titik Pusat Perhatian

Bawalah sesuatu dari rumah sebagai titik pusat perhatian secara visual selama kontraksi. Foto atau gambar yang membuat pikiran menjadi tenang merupakan pilihan yang baik. Sering kali sangat besar manfaatnya mendengarkan musik dengan lagu-lagu kesayangan anda. Banyak ibu hamil tidak menggunakan titik pusat perhatian, lebih suka memejamkan mata atau memusatkan perhatian pada penolong persalinan. Tetapi anda mungkin akan mendapat rasa nyeri berkurang ketika anda mengalihkan perhatian ke titik pusat perhatian, maka pilihlah salah satu untuk menyertai anda dalam proses persalinan.

Tugas suami : hibur istri dengan menenangkan dan mensupport dengan sikap dan kata-kata penuh cinta dan kesabaran. Hal ini cukup banyak bukti yang mengatakan sangat membantu menenangkan psikologi ibu saat merasakan nyerinya.

Kompres

Pada awal persalinan kehangatan terasa lebih nyaman pada otot yang bekerja keras. Gunakanlah waslap yang dicelupkan dalam air hangat dan letakkan pada punggung, leher, atau perut. Kemudian setelah mulai kontraksipada tahap transisi atau ketika mengedan membuat ibu hamil merasa kepanasan, lakukan kompres dingin pada dahi dan perut akan terasa menyejukan . Kompres ini harus sering diganti

Pijatan

Pijatan pada otot kerap kali akan sangat efektif dalam proses persalinan. Ini terutama sangat membantu dalam mengurangi sakit punggung dan membantu otot untuk relaksasi dari ketegangan pada akhir kontraksi. Karena pijatan hanya baik kalau terasa enak dan nyaman, maka ibu hamil dan pendampingnya perlu berkomunikasi mengenai bagian mana yang terasa nyaman kalau dipijat dan mana yang tidak. Tapi ada juga beberapa ibu hamil dalam proses persalinan ada yang sama sekali tidak mau disentuh, namun meskipun demikian mereka masih memerlukan dukungan emosional.

Sering sekali ibu hamil sangat menderita oleh nyeri persalinan di daerah punggung bagian bawah. Kalau hal ini terjadi tekanan yang kuat dan tetap terasa paling enak diberikan dengan ibu jari atau pangkal telapak tangan di tengah di atas pantat.

Usapan atau Sentuhan

Banyak ibu hamil dalam proses persalinan merasa berkurang rasa nyerinya karena sapuan lembut pada perut selama kontraksi. Hal ini bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil sendiri atau pendampingnya. Gunakanlah satu atau dua tangan, kemudian sapulah  permukaan perut dengan ujung jari secara lembut. Pergerakannya melingkari di sekeliling pusar.

Menjaga Mulut Tetap Basah

Ketika proses persalinan berlangsung, mulut dan bibir akan terasa kering karena nafas yang berat selama kontraksi. Es batu atau minuman segar bisa membantu menyejukkan mulut dan memberikan sedikit gula guna menambah energi.

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s