Manfaat Vitamin C dari Masa ke Masa


Vitamin C tidak baik bila sudah dikonsumsi secara berlebihan.

VIVAnews – Semakin banyaknya virus yang menjadi sumber penyakit, cuaca yang tak menentu, semakin buruknya lingkungan dan polusi udara, bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

Di saat kondisi seperti ini, konsumsi vitamin C sangat dianjurkan. Namun, kebutuhan vitamin C alami dari buah dan sayur untuk tubuh sering sulit didapatkan sekarang-sekarang ini. Banyak orang memilih mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen karena dinilai lebih praktis dan mudah didapat.

Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata suplemen vitamin C juga ikut berkembang. Anda perlu tahu juga perkembangan vitamin C dari masa ke masa.

“Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, suplemen vitamin C juga semakin berkembang dan semakin banyak manfaatnya. Bagi Anda pengguna suplemen vitamin C, perlu tahu perkembangannya,” kata dr Helmin Agustina S dari Consumer Health Division PT Kalbe Farma Tbk saat ditemui di Mall Kelapa Gading.

Helmin memaparkan, pada 1928 vitamin C pertama kali dimurnikan oleh ahli biokimia Hungaria Albert Szent-Gyorgyi dari Cranbridge, Inggris. Dalam vitamin C generasi pertama, Albert merumuskan suatu komponen yang disebut asam heksurat, yang akhirnya menjadi asam askorbat. Kemudian berkembang menjadi vitamin C generasi kedua yang bermanfaat untuk menyembuhkan (skorbut) rasa haus, depresi, otot yang terasa sakit, meredakan lelah, gusi berdarah dan sesak napas.

Analisis mengenai vitamin C terus berkembang, sampai akhirnya ditemukan Ester-C, jenis vitamin C generasi ketiga.

“Perkembangan terbaru, ditemukan Purway C, yakni vitamin C yang mudah diserap tubuh serta tidak menyebabkan batu ginjal seperti vitamin C sebelumnya,” katanya.

Tak hanya baik untuk menjaga daya tahan tubuh, suplemen vitamin C yang berasal dari Purway C juga bisa mempercantik tampilan kulit, meredakan peradangan baik karena senyawa asing maupun reaksi selular, mempercepat penyembuhan dan mengembalikan kesegaran tubuh.

Purway C merupakan jenis suplemen vitamin C mengandung metabolic lipid diperoleh dari gabungan buah kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, kiwi serta sayuran pilihan.

Meski bermanfaat untuk tubuh, ternyata mengonsumsi suplemen vitamin C juga bisa menimbulkan efek samping. Menurut angka kecukupan gizi, maksimal konsumsi vitamin C yang dianjurkan adalah 500 mg perhari.

Jika dikonsumsi berlebih efeknya bisa mempercepat timbulnya oksalat pembentuk batu ginjal. Akan tetapi, meski penggunaan suplemen vitamin C diperbolehkan, tetap saja sumber vitamin C yang diperoleh dari bahan alami seperti buah dan sayuran segar, tetap dianjurkan.

“Suplemen vitamin C dianjurkan untuk mereka yang terserang penyakit infeksi, dalam masa penyembuhan, paska operasi, lansia, untuk kesehatan tulang, jantung, kulit dan mencegah penyakit degeneratif. Vitamin ini  juga baik dikonsumsi saat musim pancaroba sebagai pencegahan penularan wabah penyakit,” kata Helmin. (sj)

• VIVAnews

 

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s