Imunisasi


Angka kematian bayi dan angka kejadian kurang gizi masih tinggi di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulanginya, antara lain dengan melaksanakan GOBI-FFF seperti yang dianjurkan oleh UNICEF. Salah satu unsure dari GOBI-FFF yaitu “Breast Feeding” yaitu menyusui.

Pada permulaan abad ke 20, kira-kira 70% bayi mendapat air susu ibu sampai umur kurang lebih 6 bulan, sedangkan tahun 1971, angka ini menurun menjadi 25 % pada ibu-ibu dengan sosial ekonomi baik dan pada ibu-ibu dengan sosial ekonomi sedang 40 % sedangkan pada golongan ekonomi rendah 71 %. Pada tahun 1961, angka tersebut merosot mejadi masing-masing 8 % dan 42 % (Aswari, 1990).

Imunisasi adalah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Penurunan insidens penyakit menular telah terjadi berpuluh tahun yang lampau di Negara-negara maju yang telah melakukan imunisasi dengan teratur dan lengkap. Demikian juga di Indonesia, dinyatakan bebas penyakit cacar sejak tahun 1972 dan terjadi penurunan insidens beberapa penyakit menular secara menyolok terjadi sejak tahun 1985, terutama untuk penyakit difteria, tetanus, pertusis, campak dan polio. Bahkan kini penyakit virologist tidak ditemukan lagi sejak tahun 1995, dan diharapkan beberapa tahun yang akan datang Indonesia akan dinyatakan bebas polio (Suyitno, 2005).

Program imunisasi di Indonesia semakin penting kedudukannya dalam upaya mencapai Indonesia sehat tahun 2010. Program ini yang telah lebih dari 3 abad lalu diakui sebagai upaya pencegahan yang penting. Pada sepuluh tahun terakhir ini telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan.

Pemberian imunisasi menjaga bayi dan anak dari penyakit tertentu sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Pemberian imunisasi sangat sederhana dan umumnya sangat aman serta efektif. Seperti segala sesuatu lainnya dalam kehidupan, imunisasi juga mempunyai resiko, akan tetapi sangat kecil dibandingkan resiko yang berhubunga dengan penyakit yang dicegahnya (Sudarmanto, 1997).

Perubahan epiddemiologi beberapa penyakit dan adanya kemajuan teknik pembuatan vaksin, upaya pemerintah dalam melaksanakan eradikasi polio, eliminasi tetanus neonatorum, reduksi campak dan memutuskan rantai penularan hepatitis B sedini mungkin.

Berdasarkan hasil pendataan 30 bayidi desa Meureu Bung Ue kecamatan Indrapuri kabupaten Aceh Besar tahun 2008 didapatkan masalah antara lain bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 24 orang ( 80 %) dan bayi yang tidak mendapatkan imunisasi sebanyak 18 orang (60 %).

1. ASI Eksklusif

Dari hasil pendataan 30 orang bayi di desa Meureu Bung U Kecamatan Indrapuri kabupaten Aceh Besar tahun 2008, ibu pada keluarga binaan saya didapatkan masalah antara lain tidak melakukan pemberian ASI Eksklusif kepada bayi dari umur 0-6 bulan.

Bayi pada keluarga binaan saya tidak mendapatkan ASI Eksklusif pada umur satu minggu bayi sudah diberikan makanan pengganti yaitu pisang, padahal bayi yang masih nerumur tiga bulan itu sangat baik untuk diberikan ASI saja tanpa ada makanan pendamping lainnya.

Air Susu Ibu (ASI) mengandung segala jenis sumber gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yang disesuaikan dengan umur dan kebutuhan bayi sehingga bayi tidak memerlukan makanan pandamping lainnya sebelum bayi berumur 6 bulan (Oswari, 1990).

2. Pengertian ASI

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi daro 0-6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan lainnya.

3. Keuntungan Pemberian Colostrum Untuk Bayi

Colostrums berwarna kuning dan mengandung kadar zat putih telur yang tinggi. Selain itu colostrums mempercepat pengeluaran mekonium, yaitu isi usus sewaktu bayi baru lahir yang akan keluar sebagai berak hitam.

Sering ibu tidak sabar melihat air susu ibu yang pada minggu pertama baru keluar sedikit, lalu cepat-cepat beralih mencari pengganti ASI. Pemberian ASI baru harus dilanjutkan paling sedikit selama 14 hari walaupun susu yang keluar baru sedikit. Setelah dua minggu bila ternyata pertumbuhan bayi kurang dari yang diharapkan barulah ibu meminta nasehat dokter.

Kenaikan berat badan bayi yang normal adalah 175-200 gr per minggu. Kenaikan berat badan sebanyak itu berlangsung sampai bayi berumur tiga bulan.

Setiap wanita bersalin wajib berusaha agar supaya bayinya mendapatkan air susu ibu sebanyak-banyaknya karena bayi yang paling baik adalah ASI (Air Susu Ibu).

4. Keuntungan Pemberian Air Susu Ibu

a. Air susu ibu bebas hama

b. Air susu ibu langsung diminum secara mentah

c. Air susu ibu mmengandung semua zat yang dibutuhkan oleh bayi dan mudah diserap oleh usus

d. Air susu ibu mengandung antibody terhadap beberapa penyakit

e. Air susu ibu mengandung laktoferin

f. Air susu ibu siap sedia dan diperoleh pada saat kapan saja, tidak memerlukan biaya dan praktis

g. Air susu ibu sesuai dengan suhu kebutuhan bayi

h. Dengan menyusukan bayi, alat-alat reproduksi ibu cepat kembali dalam keadaan semula

i. Bonding Attachment len-bih terjalin antara ibu dan anak.

Adapun komposisi gizi dalam ASI adalah Colostrums, protein, mineral, karbohidrat, lemak, air, kalori dan vitamin.

1. Kontraindikasi pemberian ASI

Bayi yang tidak boleh diberikan ASI, bila :

  1. Ibu menderita demam tinggi
  2. Buah dada ibu bengkak dan bernanah (abses)
  3. Ibu menderita penyakit gondok toksis yang mendapat pengobatan antitiroid
  4. Penyakit menahun yang sangat melamahkan keadaan si ibu.
  5. Cara Menyusui BAyi

Ada beberapa cara atau teknik dalam menyusui bayi seperti : barbaring, taruhlah bayi pada lengan ketika bayi sedang menyusui. Bila telah agak besar, susukanlah ia dalam sikap setengah duduk.

Setiap bayi dilahirkan dengan reflek menghisap sehingga segera sang bayi mencium bau susu ia akan mencarinya, bila dagu bayi telah menyentuh buah dada maka segera ia mulai mengisap , selama menyusu, dijaga agar muka bayi tidak tertutup oleh buah dada yang hitam coklat serta putting atau pentil susu masuk kedalam mulut bayi. Dengan demikian lebih banyak air susu mengalir keluar dan putting susu tidak menjadi lecet.

Bila telah selesai menyusui maka untuk melepaskannya tidak boleh kita menariknya begitu saja, tetapi tekanlah dengan jari-jari pada sudut mulut bayi agar putting ibu tidak lecet.

Pada bulan-bulan pertama sehabis menyusui sebaiknya bayi itu ditelungkupkan atau dimiringkan pada sisi kanannya, dengan maksud agar isi lambung lekas mengosong karena bayi tidak mau menyusui bila belum merasa lapar. Daya isap bayi baru kuat dan sempurna pada waktu ia berusia kira-kira empat hari.

2. Tips memperbanyak pengeluaran air susu ibu

a. Cara yang terbaik untuk menjamin pengeluaran air susu ibu ialah mengusahakan agar setiap kali menyusui payudara akan merangsang kelenjar untuk memproduksi air susu ibu yang lebih banyak.

b. Minumlah susu tiap hari 1 liter.

c. Faktor psikologi juga penting, ibu dengan kiwa tenang akan lebih banyak mengeluarkan air susu ibu daripada ibu yang dalam masalah.

d. Lakukan perawatan buah dada.

e. Dengan obat-obatan:

–          Moloco + B12

–          Syutocinon

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s