CIRI-CIRI MASA REMAJA


2.2.3 Ciri-ciri Masa Remaja
2.2.3.1 Masa Remaja Sebagai Periode yang Penting
Ada beberapa periode yang lebih penting daripada lainnya, karena akibatnya yang langsung terhadap sikap dan perilaku dan ada lagi yang penting karena akibat-akibat jangka panjang penting. Ada periode yang penting karena akibat fisik dan ada lagi karena akibat psikologis yang periode remaja kedua-duanya sama penting.

4024

2.2.3.2 Masa Remaja Sebagai Masa Peralihan
Peralihan tidak terputus dengan atau berubah dariapa yang terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Dalam setiap periode peralihan, status tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Pada masa ini remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa.
2.2.3.3 Masa Remaja Sebagai periode Perubahan.
Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik selama awal masa remaja ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat. Perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Kalau perubahan fisik menurun maka perubahan sikap dan perilaku juga menurun.
2.2.3.4 Masa Remaja sebagai Masa Mencari Identitas.
Pada tahun-tahun awal masa remaja, penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting bagi anak laki-laki maupun perempuan, lambat laun mereka mulai mendambakan identitas diri dan tidak puas lagi dengan menjadi sama dengan teman dalam segala hal, seperti sebelumnya.
2.2.3.5 Masa Remaja sebagai Usia yang menimbulkan ketakutan.
Anggapan stereotif budaya bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak dan berperilaku merusak menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut bertanggung jawab dam bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal.
2.2.3.6 Masa Sebagai Masa yang tidak Realistik
Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kacamata berwarna merah jambu. Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. Semakin tidak realistik cita-citanya semakin ia menjadi marah. Remaja akan sakit hati dan kecewa apabila orang lain mengecewakannya / kalau ia tidak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkannya.
2.2.3.7 Masa Remaja sebagai ambang masa dewasa

sexbebas1

Dengan semakin mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa (Hurlock, ).

2.2.4 Perubahan-perubahan pada Masa Remaja
2.2.4.1 Perubahan Fisik Hurlock Hal 211
2.2.4.2 Perubahan Emosi
Pola emosi pada masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat dan khususnya ada pengendalian lat individu terhadap ungkapan emosi mereka.
Kematangan anak remaja dapat dlihat bila pada akhir masa remaja, tidak meledakkan emosinya dihadapan orang lain melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya dengan cara-cara yang lebih dapat diterima. Remaja yang emosinya matang memberikan reaksi emosional yang stabil, tidak berubah-ubah, dari satu emosi atau suasana hati ke suasana hati yang lain.

2.2.4.3 Perubahan Sosial
1. Kuatnya pengaruh kelompok sebaya
Karena remaja lebih banyak diluar rumah bersama dengan teman-teman sebaya sebagai kelompok, maka dapat dimengerti bahwa pengaruh teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat penampilan dan perilaku lebih besar daripada pengaruh kelompok.
2. Perubahan dalam perilaku sosial
Dalam waktu yang singkat remaja mengadakan perubahan radikal yaitu dan tidak menyukai lawan jenis sebagai teman menjadi lebih menyukai teman dari lawan jenisnya daripada teman sejenisnya. Pada masa remaja penyesuaian diri dalam situasi sosial bertambah baik , pertengkaran berkurang karena mereka dapat menilai teman-temannya dengan lebih baik. Semakin banyak partisipasi sosial, semakin besar kompetensi remaja sehingga mempunyai kepercayaan diri yang diungkapkan melalui sikap
3. Pengelompokkan sosial baru.
Beng pada masa kanak-kanak berangsur-angsur bubar pada masa puber dan awal masa remaja ketika minat individu beralih dari ………. Bermain yang melelahkan menjadi minat pada kegiatan sosial yang lebihformal dan kurang melelahkan maka terjadi pengelompokkan sosial baru.
4. Nilai baru dalam memilih teman
Para remaja tidak memilih berdasarkan kemudahannya entah di sekolah / di lingkungan tetangga sebagaimana halnya pada masa kanak-kanak dan kegemaran pada keg yang sama tidak lagi merupakan faktor penting dalam pemilihan teman.
5. Nilai baru dalam penerimaan sosial.
Remaja sudah mengerti bahwa ia dinilai sebagai standar yang sama dengan yang digunakan untuk menilai orang lain.
6. Nilai baru dalam memilih pemimpin
Karena remaja merasa bahwa pemimpin kelompok sebaya mewakili mereka dalam masyarakat mereka menginginkan pemimpin yang berkemampuan tinggi yang akan dikagumi dan dihormati oleh orang lain dan dengan demikian akan menguntungkan mereka.

2.2.4.4 Perubahan Moral
– Pandangan moral individu makin lama makin menjadi lebih abstrak dan kurang konkret.
– Keyakinan moral lebih terpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang dominan.
– Penilaian moral menjadi semakin kognitif.
– Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis.

2.2.4.5 Perubahan Kepribadian
Pada awal masa remaja anak laki-laki dan perempuan sudah menyadari sifat-sifat yang baik dan buruk dan mereka menilai sifat – sifat ini sesuai dengan sifat – sifat mereka. Mereka juga sadar akan peran kepribadian dalam hubungan sosial dan ….. terdorong untuk memperbaiki kepribadian mereka.

2.2.5 Bahaya Masa Remaja
2.2.5.1 Bahaya Fisik
1. Kematian
Penyebab kematian terbanyak pada masa remaja adalah akibat kecelakaan mobil, sedangkan akibat penyakit tidak banyak terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
2. Bunuh diri
Penelitian tentang bunuh diri remaja menunjukkan bahwa usia median a / 16 bahwa lebih banyak pria bunuh diri daripada wanita. Banyak dari mereka yang bunuh diri atau mencoba bunuh diri sebelumnya mengalami alievasi sosial selama beberapa waktu lamanya dan banyak yang mengalami kekacauan kel / masalah sekolah.

3. Cacat fisik yang masih dapat diperbaiki seperti gigi yang bengkok, penglihatan yang kurang baik atau kurangnya pendengaran.
4. Kecanggungan dan kekakuan
5. Bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan seksnya jauh lebih mengganggu remaha daripada anak kecil.
2.2.5.2 Bahaya Psikologis
Bahaya psikologis masa remaja yang pokok berkisar disekitar kegagalan menjalankan persalinan psikologis kerarah kemalangan yang merupakan tugas perkembangan remaja yang penting.
1. Perilaku seksual
Remaja muda yang kurang yakin pada diri sendiri dan pada status mereka dalam kelompok cenderung menyesuaikan diri secara berlebihan, bila hal ini diteruskan sampai akhir masa dewsa maka menandakan ketidakmatangan.

2. Perilaku seksual
Menolak peran sek yang diakui terus menerus, kehamilan sebelum menikah dan pernikahan dengan remaja dapat mencari nafkah dianggap sebagai tanda-tanda ketidakmatangan.

naruto-sleep

3. Perilaku Moral

Ketidakmatangan moral jelas dalam kenakalan anak dari kelompok kaya dibandingkan dengan remaja yang dibesarkan dalam lingkungan yang lebih baik yang patut menimbulkan sikap-sikap antisosial, namun justru patah pada peraturan.
4. Hubungan keluarga
Hubungan keluarga yang tidak harmonis / buruk merupakan bahaya psikologis pada setiap usia, terlebih pada masa remaja karena pada saat ini anak laki-laki dan perempuan sangat tidak percaya pada diri sendiri dan bergantung pada keluarga untuk memperoleh rasa aman.

About these ads

About bidandelima

Bismillah... Cukuplah bl aq merasa mulia krn Engkau sbg Tuhan bagiq & cukuplh bila aq bangga bahwa aq mnjd hamba bagiMu. Engkau bagiq sebagaimana yg aq cintai, mk berilah aq taufik sebagaimna yg Engkau cintai. (Sayidina Ali Karamallahu Wajnah) "Ya Allah, Jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, jangan Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka" (Abu Bakar As-Shiddiq. ra)
This entry was posted in kehamilan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s